Nirwana Sepertiga Malam
Karya: Safitri Rahma SariRembulan masih setia—menjaga semesta
Sang nirwana tak mau kalah, ia pun membagikan syahdunya
Banyak insan yang enggan membuka mata... karena nyamannya
Padahal: Tuhan sedang menunggu sebagian hamba-Nya
Teduh, hening, dan dingin
Pada akhirnya malam menemukan pemiliknya
Satu pelita menerangi satu insan;
Banyak asa ia panjatkan—
banyak lara yang membersamainya
Tuhan mendengar
Tuhan mendengar permohonannya
Tapi sayangnya... itu bukan sekarang
Ia uji makhluk-Nya itu, hingga ia benar-benar bisa melewatinya
Takdir memang sudah ditentukan
Tapi, apa salahnya mengetuk langit dengan doa?
Tuhan tak pernah ingkar
Ia kabulkan keinginannya;
Ia ubah hidupnya
Insan itu tak putus memanjatkan syukur—
karena Tuhan telah menghadirkan nirwana yang teramat syahdu di dalam hidupnya.
Karanganyar, 29 Juni 2026