Terlupa
Karya: Sawia TehuayoDi sudut jalan kenangan, aku menunggu
namamu jadi debu yang berputar pelan,
mengisi celah-celah waktu yang kosong.
Burung pagi tak lagi menyanyikan gambarmu;
hanya bayang yang ragu menyisakan jejak.
Kalau rindu adalah lampu, kini padam,
tersisa bara yang tak cukup jadi cerita.
Aku menulis namamu pada arang, lalu meniup
kata-kata terbang, jatuh di tepi lupa.
Malam merapuh, memeluk lembar-lembar sunyi.
Terlupakan bukan mati; ia belajar diam,
menyimpan hangat yang tak sempat kembali.
Di sini aku belajar menata luka,
menjadi jalan kecil menuju hari yang lupa tak lagi menakutkan.
Ambon 02 Juni 2026