Jejak Yang Hilang
Karya: Sri Wahyuni ResiDulu kita adalah cerita yang tak berujung,
berbagi tawa, menangis bersama dalam satu waktu.
Namun ternyata ingatan manusia memiliki batas,
dan aku adalah bagian yang dipilih waktu untuk dihapus.
Seperti halaman buku yang sobek lalu dibuang,
atau lagu yang nadanya mulai tak lagi diingat.
Kau melangkah jauh membawa dunia yang baru,
sedang aku tertinggal di tempat yang perlahan sepi.
Tak ada kemarahan, tak ada pula dendam,
hanya rasa yang kosong dan sedikit terkejut.
Bahwa seerat apa pun ikatan yang pernah ada,
bisa lenyap seolah tak pernah ada apa-apa.
Kini aku hanyalah nama yang tak lagi disebut,
bayang yang tak lagi dicari keberadaannya.
Terlupakan bukan berarti tak pernah berarti,
tapi sekadar bukti waktu mampu mengubah segalanya.
Kupang, 2 Juni 2026