Suffi Firdausi Nuzula - Memeluk diam (LCP 47)

📅 27 Juni 👁 Memuat...

Memeluk diam

Karya: Suffi Firdausi Nuzula


Kusimpan namamu di antara do'a,
yang diam-diam ku panjatkan setiap malam.
Ada harap yang tumbuh perlahan,
namun tak pernah kuberi arti.

Berkali-kali ingin ku utarakan,
segala rasa yang kian bertambah.
Namun kata-kataku gugur di ujung lidah,
menjadi sunyi yang tak pernah terucap.

Kau hadir seperti mentari di ujung pagi,
menghangatkan, namun tak pernah singgah.
Aku hanya mampu memandang dari jauh,
membiarkan rasa tumbuh tanpa arah.

Aku memilih memeluk diam,
meski hati terus bertanya.
Sebab tak semua harap harus sampai,
dan tak semua rasa harus bernama.

Kini kau melangkah tanpa ragu,
meninggalkan jejak yang tersisa.
Sedang aku tetap disini,
menjaga harap yang perlahan sirna.

Jika memang begini takdirnya,
biarlah harap hanya singgah sementara.
Hadir untuk mengajarkan arti merelakan,
lalu pergi tanpa pernah tersampaikan.


Malang, 26 Juni 2026