Yang Tak Sempat Jatuh
Karya: Syifa Nur FadillaMalam penuh bintang,
angin yang kencang,
suasana sunyi,
dan hati yang sepi.
Sunyi memecahkan satu air mata,
bukan hanya air tanpa suara,
melainkan isyarat yang lirih,
yang memaksa tiba.
Langit seolah mengerti,
mengguyur jalan dengan basah.
Katamu kita bisa lebih,
ternyata kau malah pergi.
Hujan reda dengan genangan.
Kini yang tersisa hanyalah kenangan.
Kita sempat jatuh, tetapi
jatuh di tempat yang berbeda.
Prabumulih, 27 Juni 2026