Pintal Sunyi
Karya: Yulfia Harinis MaulidKutahan sunyi di relung dada,
Menyulam rindu dalam diam yang nestapa.
Kau bagai senja yang kutatap jauh,
Indah, namun tak berani kujamah ujungnya.
Kata-kata kupintal jadi doa,
Lalu kulebur dalam samudra tanpa suara.
Aku pengelana yang kehilangan peta,
Tersesat di labirin rasa yang kututup rapat.
Setiap senyum mu jadi bara yang membakar,
Namun lidahku beku, tertawan di balik tirai malu.
Kutulis namamu di angkasa pikir,
Hanya angin yang tahu, lalu membawanya pergi.
Kini aku biarkan harapan jadi abadi,
Tergantung rapuh di antara kata dan luka.
Mungkin kau takkan pernah menelisik,
Ada semesta yang kubiarkan mati bersamaku.
Karena mencintaimu dalam bungkam,
Adalah caraku menjaga mu tetap utuh, tanpa derita.
Banyuwangi, 27 Juni 2026