Segala Kacauku, Disayangi
Karya: Tiarani SimanjuntakSegala Kacauku, Disayangi
Cerah pagi hari ini menyinari aku
Indah senyum seorang laki laki ku
Yang tak kusangka kemarin lalu
Rupanya hari ini menjadi milikku
Pribadi yang menyukai warna biru
Karna memang dia setenang itu
Setiap kata yang dia larung kan kala itu
berhasil menutup ragu si penyuka hijau
Yang tidak hanya memberi sketsa baru
Tetapi juga memberi warna pada sketsa itu
Memberi detail baru disetiap ukiran waktu
Dan berhasil menghapus goresan abu abu
Ringkuh lemah tubuhku karna tekanan waktu
Dirangkul erat dan diajak teguh pada yang satu
Tidak hanya mengingatkan apa yang terbaik untukku
Tapi dia juga tak lupa dengan apa yang jadi tujuanku
Hidup memang terasa sangat berat
Namun disela waktu yang singkat
Dia ada menjadi tempat beristirahat
Tempat berpulang yang sangat hangat
Menjadikan waktu yang teramat cepat
Menjadi waktu dengan moment nyaman
Tingkah lakuku yang dulu dikenal bejat
Diperbaiki menjadi yang paling ber teladan
Semenjak hari itu akupun paham
Mencintai tak selalu tentang Kesempurnaan
Jika dulu aku dibuat luka sendirian
Sekarang aku di ajak untuk bertahan
Dulu aku mengira kemarahanku adalah api
Yang akan membakar siapapun di sekitarku
Tapi semenjak bersamanya aku mengerti
Ternyata aku hanya perlu sosok air untuk luluh
Air yang tenang, damai, dan tidak lelah
Tenang untuk meredam sikapku yang pemarah
Damai untuk mematikan sikapku yang keras kepala
Dan tidak lelah untuk menghadapi sifatku yang susah
Kau tak menjauh saat aku terbakar amarah
Kau tak menyerah saat aku dititik terendah
Kau tak susah saat aku merepotkan semua
Dan kau tak pergi saat tau aku bermasalah
Terimakasih sudah menjadi alasanku
Untuk jatuh cinta dan jatuh hati tanpa ragu
Akhirnya cinta ini tak lagi hanya berlalu
Tapi kini hatiku berlabuh hanya kepadamu
Tetaplah menjadi cinta yang suci
Tidak hanya singgah apalagi pergi
Tapi menjadi setara lalu jadi abadi
Tak berpisah kecuali maut menghampiri
Sumatra Utara, 9 May 2026