Yulia Rahmadani - Harap yang tak tersampaikan (LCP 47)

📅 30 يونيو 👁 Memuat...

Harap yang tak tersampaikan

Karya: Yulia Rahmadani



Harap yang Tak Tersampaikan
Di sudut diam yang tak bernama,
kusimpan sebuah kata yang tak pernah tiba —
bukan karena lidah ini membeku,
tapi karena langit antara kita
terlalu luas untuk dijembatani suara.
Aku pernah menulis namamu di tepi angin,
berharap badai membawanya kepadamu.
Namun angin hanya tertawa pelan,
lalu membubarkan huruf-hurufnya
menjadi debu yang bahkan bumi pun enggan menyimpan.
Setiap senja adalah persidangan —
aku berdiri sebagai terdakwa
atas semua harap yang kukandung diam-diam,
sementara matahari turun perlahan
seperti hakim yang memilih bungkam.
Kamu ada di sana, selalu di sana,
sedekat napas, sejauh bintang yang sudah mati cahayanya.
Aku menatapmu seperti orang membaca kitab
dalam bahasa yang indah namun tak pernah dipelajarinya —
mengerti rasanya, tapi tak mampu mengucapnya.
Maka kubangun sebuah taman di dalam dada,
kutanam harap itu dengan air mata yang kupura-pura hujan.
Ia tumbuh, ia berbunga, ia harum sekali —
tapi hanya aku yang bisa mencium wanginya,
hanya aku yang tahu taman itu ada.
Dan mungkin begitulah takdir sebuah harap
yang memilih tinggal daripada tiba —
ia menjadi puisi yang tak pernah dibacakan,
menjadi lagu yang hanya hidup
dalam keheningan dada sang penciptanya.
Beberapa cinta memang tidak ditakdirkan untuk diucapkan —
ia hanya ditakdirkan untuk dirasakan,
dalam sunyi yang paling jujur,
dalam rindu yang paling setia.



Bengkulu, 28 juni 2026