Di Ujung Titik Doa
Karya: Zayyana AuliaAku berjalan tanpa arah,
Bagai rusa yang terluka parah,
Aku tak mampu lagi bertahan,
Di manakah janji-Mu Tuhan?
Aku kebingungan,
Menanti harap yang tak tersampaikan,
Aku sendirian,
Gugur bagai daun kering yang berjatuhan.
Aku ingin berhenti,
Namun mampukah aku mematahkan mimpiku sendiri?
Aku lelah,
Namun aku tak lagi memiliki ayah.
Langkahku melambat,
Memikul beban rindu yang teramat berat,
Kepada pundak tempatku bersandar,
Kini sosokmu telah pudar.
Ayah,
Aku tidak meminta mu untuk abadi,
Aku hanya ingin engkau berada di sini,
Melindungi putri jelitamu dari kejamnya bumi.
Ayah,
Jika pada akhirnya semua berujung kehilangan,
Lalu mengapa aku harus kehilanganmu terlebih dahulu?
Sungguh, senyum di potret kita tak kan terulang seperti dulu.
Di ujung titik doa yang mulai berhenti,
Aku bersujud di balik pekatnya bumi,
Tuhan, meski harapku belum juga Kau sampaikan,
Beri aku kekuatan untuk merelakan.
Pekalongan, 25 Juli 2026