SEMESTA TAK LAGI BISU
Karya: Nurul KhalisaHari itu aku lebur,
bak piring yang hancur.
Resah merajalela tanpa jeda,
riuh tanya bergema di kepala.
Tak pernah terbayang takdir kan begitu,
perlahan kulangitkan doaku.
Berharap pelangi sudi bertamu,
memohon akan dekapan semesta.
Hari demi hari terus berharap,
akan doa yang terjawab.
Hingga waktu memutar porosnya,
kini semesta tak lagi bisu.
Perlahan, aku mengeja,
jawaban dari doa dan tanya.
Ternyata benar,
semua akan perlahan terjawab.
Bahkan yang tak terbersit di benak,
kini mewujud menjadi kenyataan.
Kepingan piring yang hancur itu,
rupanya bisa rekat kembali.
Sudah cukup segala lara yang terasa,
kini terjawab sudah tanya itu.
Bangkinang, 25 Juni 2026