Aisha Hanin Kinanthi - Balasan yang Terlambat Kubaca (LCP 47)

📅 18 Juli 👁 Memuat...

Balasan yang Terlambat Kubaca

Karya: Aisha Hanin Kinanthi


Kukirimkan sepucuk surat ke alamat yang tak tertulis pada peta,
Dengan perangko bernama harap dan tinta yang kerap luntur oleh air mata.

Beribu rembulan berlalu.
Dari arunika hingga sandyakala,
Kunanti cap pos keajaiban,
Hingga kusangka alamatku telah Kau lupakan.

Kupikir tak pernah ada doa yang terjawab. Hingga kubongkar kembali arsip kehidupanku.

Di sela lipatan usia,
Kutemukan amplop-amplop yang sedari dahulu telah Kau kirim.

Tak satu pun hampa makna.

Ada hangat peluk ibu,
Ada napas yang tak putus,
Ada lembar hari yang selalu Kau antarkan.

Betapa aku hanya pandai menunggu balasan dari langit,
Tetapi lupa membaca aksara yang Kau selipkan di setiap hari.

Namun namaku tak pernah Kau coret dari daftar kasih-Mu.
Di sudut paling bawah setiap lembar balasan,
Selalu tertulis:
"Untuk hamba-Ku yang tetap Kucintai."


Kab. Semarang, 18 Juli 2026