Kelak, Saat Waktu Berpihak
Karya: AjriahAda doa-doa yang tak pernah sempat menjadi suara.
Ia memilih diam, mengendap seperti embun yang bertahan di pelupuk pagi.
Aku telah mengetuk begitu banyak pintu, tetapi angin selalu lebih dulu menutupnya, menyisakan langkah yang perlahan akrab dengan sepi.
Beberapa nama pergi sebelum sempat kupeluk kembali.
Beberapa mimpi gugur bahkan sebelum benar-benar tumbuh.
Namun langit tak pernah mengajariku membenci hujan. Justru darinya aku belajar bahwa rindu dapat tetap hidup, bahkan di tengah kehilangan.
Aku menyimpan harapan seperti benih yang sabar menunggu musimnya tiba.
Meski tak ada yang mendengar doa-doa yang kupendam, aku tetap menitipkannya kepada waktu.
Barangkali, takdir hanya sedang menunda kepulanganku.
Dan ketika hari itu benar-benar datang, aku ingin tersenyum dalam diam. Sebab semua harapan yang lama tak tersampaikan akhirnya menemukan rumahnya kembali.
Sungai Guntung, 6 Juli 2026