Matahari di Ujung Cakrawala
Karya: Erfita SeptiyaniMatahari di Ujung Cakrawala
Aku berharap matahari kembali menghampiriku.
Setiap hari aku selalu menatapnya.
Betapa bersinarnya cahaya yang beliau miliki,
beliau selalu membelah dirinya dengan riang gembira.
Pagi hari ia hadir dengan semburat jingga,
melangkah berdebat dengan embun yang tebal.
Semakin siang, semakin berani melangkah,
rasa murung pun tergantikan oleh senyuman manis.
Engkau berhasil membuatku merasa hangat.
Semakin lama aku terpesona oleh keindahannya.
Pada akhirnya aku berharap matahari tetap menyinariku,
tetapi Tuhan berkata lain; harapanku selama ini tak tergapai.
Hujan deras pun tiba, matahari perlahan menghilang.
Sejak hari itu aku tak lagi menunggu fajar,
karena langit telah mengajarkanku arti melepaskan.
Matahari tetap bersinar di cakrawala yang sama,
bukan lagi untuk menyinari langkahku,
sebab cahayanya tak lagi menemukan jalanku.
Gunungkidul, 5 Juli 2026