Jubah Rajut
Karya: Alfalah Pillar TenggaraWahai bujang, kau lihatkah keramaian itu?
Tatap, dan datangilah!
Peluit melengking!
Pasir mengepul, suara ringikan bersenandung
Entah suntuk atau beringas
Tunggangan menerabas membabi buta
Cambuk berusaha menjinakkan bulu yang berdiri
Mengisyaratkan tetap wajar
Sebab ia tahu, tunggangannya menyerupai penunggang
Derapnya berbagai macam
Ada yang jauh melesat
Ada yang meliuk-liuk
Ada yang sempoyongan memeluk angin
Terhunus ketika sampai
Endusan mengaduh pilu
Mencuatkan aliran jernih menuruni dagu
Bisu, menatap bentangan langit
Sebut lelaki bersurban, "Berani apa kau, Nak?!"
Kulihat diri sudah bersiap
Nyatanya jalur belum juga tersentuh
Tiba kiranya mulai bergejolak memacu harap
Atau terkubur melukai tunggangan...
Magelang, 7 Juli 2026