Ketika Doaku Bernama Daril
Karya: Yolanda SinagaDi sela sunyi yang tak pernah kupilih,
kutitipkan harap pada langit
dengan tangan yang tak lelah menengadah.
Aku tak meminta hidup tanpa luka,
hanya seseorang
yang mampu membuatku kembali percaya.
Musim berganti,
doaku tetap tinggal di antara bintang-bintang,
hingga akhirnya semesta mempertemukan
aku denganmu, Daril.
Kehadiranmu bukan sekadar kebetulan,
melainkan jawaban yang datang
setelah kesabaran panjang.
Kini aku tahu,
Tuhan tidak pernah mengabaikan doa.
Ia hanya menyiapkan waktu terbaik
agar pertemuan terasa lebih bermakna.
Dan sejak hari itu,
setiap syukur yang kupanjatkan
selalu menyebut satu nama:
Daril.
Medan, 07 Juli 2026