Surat yang Tak Pernah Terkirim
Karya: Alissa AzahraKusimpan namamu di sudut doa,
tempat kata-kata tak berani singgah.
Ada harap yang tumbuh diam-diam,
namun bibirku memilih pasrah.
Setiap pertemuan menjadi cahaya,
meski tak pernah kutitipkan rasa.
Aku hanya belajar memandangmu
sebagai langit yang indah dari jauh.
Waktu terus berjalan perlahan,
membawa langkah kita ke arah berbeda.
Harap itu tak pernah tersampaikan,
namun tetap mekar dalam kenangan.
Kini kubiarkan ia berlayar,
menjadi pelajaran tentang keikhlasan.
Sebab tak semua yang tumbuh di hati
harus sampai untuk menjadi berarti.
Purworejo, 12 juli 2026