Senandung Syukur di Ujung Sabar
Karya: Amalia NatasyafiraDi ujung malam yang paling sunyi
Aku pernah bersujud memeluk sepi
Membawa sebungkus air mata dan asa
Mengetuk pintu-Mu yang Maha Kuasa
Lama aku menunggu dalam harap
Di antara sabar yang nyaris lenyap
Kutanyakan pada angin dan malam yang dingin
Kapan kiranya nyata memeluk ingin?
Namun Engkau tak pernah terburu-buru
Merajut takdir di atas waktu
Saat jemariku hampir lelah menengadah
Engkau turunkan jawaban yang begitu indah
Bukan sekadar apa yang kupinta
Tapi yang terbaik, penuh dengan cinta
Kini sujudku bukan lagi meminta rizki
Melainkan syukur yang tumpah dari lubuk hati
Terima kasih, Penguasa Semesta
Atas doa-doa yang kini telah nyata
Malang, 17 Juli 2026