Belum Sampai
Karya: Ananda Lela AnggrainiAda yang lebih perih dari penolakan:
tidak pernah sampai.
Bertahun-tahun kusiapkan kalimat itu—
kupilih kata yang paling jujur,
kubuang yang berlebihan,
kutunggu waktu yang tepat.
Waktu itu tidak pernah tiba.
Maka kusimpan saja dalam dada,
seperti surat yang sudah dilipat rapi
tapi tak tahu harus dikirim ke mana.
Kini kalimatku hafal bentuk bibirku dari dalam,
tapi tidak pernah tahu seperti apa rasanya udara.
Ia tinggal bersamaku—
lebih setia dari siapapun
yang pernah mendengarnya.
Dan mungkin memang begitu takdirnya:
bukan untuk sampai,
tapi untuk menemani.
Nganjuk, 7 Juli 2026