Andini - Doa yang kini telah terjawab (LCP 47)

📅 07 Juli 👁 Memuat...

Doa yang kini telah terjawab

Karya: Andini


Di langit yang muram tak bercahaya kemarin malam,
Aku bersujud melipat seluruh rasa kelam.
Membawa sebungkus resah dan serpihan lara,
Mengadu pada sepi yang tak pernah berbohong.
Lidahku kelu, namun hatiku riuh memanggil nama-Mu,
Memohon seberkas cahaya di antara labirin jalanku yang buntu.
Seringkali tanya hadir merayap dalam dada.

Apakah rintihan hamba yang kecil ini kan sampai ke singgasana?
Sebab sepi rasanya begitu pekat mencengkeram,
Dan harapan-harapan perlahan mulai tenggelam.

Namun, di ujung malam yang paling dingin dan sunyi,
Engkau mengajariku tentang sabar yang tak bertepi.

Kini, fajar itu akhirnya datang menyapa kelopak mata,
Mengusir kabut hitam yang sempat mengunci tawa.

Bukan dengan gemuruh guntur atau keajaiban yang megah,
Tapi lewat ketenangan jiwa yang kini tak lagi gelisah.

Satu per satu simpul rumit itu mulai terurai pelan,
Menuntun langkahku keluar dari pekatnya ketakutan.

Aku melihat senyum yang dulu sempat hilang arah,
Kini kembali merekah, membasuh segala lelah.

Pintu-pintu yang dahulu tertutup rapat dan terkunci,
Kini terbuka lebar, mengalirkan berkah yang suci.

Ini bukan sekadar tentang keinginan yang terpenuhi,
Tapi tentang pembuktian bahwa Engkau tak pernah mengingkari janji.
Ternyata, Engkau tidak pernah membiarkanku berjalan sendiri,
Setiap air mata yang jatuh, Engkau hitung dengan teliti.

Penantian panjang ini adalah ruang kelas terbaik bagi jiwa,
Agar aku paham arti berserah yang sesungguhnya.
Setiap bait pinta yang dulu membubung ke angkasa,
Kini telah membumi, mewujud nyata dalam rasa.

Terima kasih, wahai Pemilik Semesta yang Maha Mendengar,
Atas hadiah indah yang membuat keyakinanku kian memekar.

Di atas sajadah ini, tak ada lagi isak tangis yang menyayat,
Hanya ada sujud syukur atas doa yang kini telah Engkau jawab.


Lampung, 7 juli 2026