Peta Rahasia di Dada
Karya: Angelina Ramadani ArifinAda sebuah nama yang tumbuh subur di kepala, namun terkunci rapat, tak pernah sampai ke muara lidah.
Ia menjelma riak kecil di dalam dada, menjadi rahasia paling sunyi yang membuatku betah.
Aku sering mencuri pandang pada bayangmu yang menjauh, menyusun kata-kata indah yang berakhir di tempat sampah.
Ingin kukatakan bahwa di sini ada hati yang rapuh, yang selalu runtuh setiap kali tatap kita terbelah.
Namun bibir ini telanjur akrab dengan diam,
membiarkan rasa ini menggantung di langit malam.
Menjadi sepasang harap yang tak tersampaikan, menonton tawamu dari jarak yang paling jauh tanpa bosan.
Biar sajalah rinduku menguap bersama angin,
menjadi doa-doa tak bernama yang tetap dingin.
Sebab terkadang, mencintaimu dalam senyap,
adalah satu-satunya cara agar kau tak lekas lenyap.
Jambi, 10 Juli 2026