Asa Yang tak Pernah Bersua
Karya: Anisa WindrianiAku menanam asa di ladang waktu
Merengkuhnya dengan peluh dan doa,
Kubisikkan namanya pada gemintang
Membawa angan yang bersarang.
Ia berdiri di ujung puncak tinggi
Bercahaya seterang rembulan,
Aku menggapainya walau tersandung
Membawa peta harapan yang hampir robek.
Aku tahu...
Beberapa asa memang diciptakan untuk
tidak bersua,
Agar ia mengajari kita tentang jatuh dan
bangkit,
Agar menjadi jiwa yang pantang menyerah.
Maka kubiarkan dia tinggal
Di dalam dada yang luas,
Menjadi anala kecil,
Yang menolak padam.
Karena pernah, aku percaya,
Dan percaya itu cukup,
Untuk membuatku sadar,
Untuk terus melangkah meski jalannya tak
akan pernah bersua.
Padang, 05 juli 2026