Saat Harapan Memilih Diam
Karya: Annisa WahyuniKuingat namamu pada embun pertama,
bukan untuk memanggil, melainkan menjaga.
Harap tumbuh setenang akar pohon,
menghijau tanpa meminta dipandang.
Kubiarkan waktu menenun kesabaran,
sementara sunyi menjadi teman perjalanan.
Tak ada kata yang kutitipkan,
hanya langkah yang belajar mengikhlaskan.
Barangkali kita sekadar dua musim,
berpapasan tanpa sempat menetap.
Meski arah kita tak lagi sejalan,
kenangan tetap bernapas dalam diam.
Kini harapan memilih beristirahat,
bukan karena hilang, melainkan selesai.
Doaku tak lagi mencari balasan,
cukup menjadi cahaya bagi langkahmu.
Duri, 09 Juli 2026