Surat untuk Langit
Karya: Arindi Erliyana FandholiLangit mendung selalu menemani perjalananku
Rintihan hujan selalu membasahi pipiku
Aku selalu bergumam,
Akankah hidup menemukan porosnya?
Tinta hitam di langit perlahan mengering
Coretan hidup terkadang bagai gemuruh petir yang menyambar perasaanku
Butiran tasbih selalu mengiringi setiap doa yang kutitipkan
Berharap langit membaca surat kecilku
Di hamparan lautan manusia yang luas
Aku duduk merenung menikmati sandiwara kehidupan
Mendengarkan kicauan burung bersahutan di udara
Kepalaku pun sesak oleh harap yang tak menemukan suara
Meski kini langit belum membaca suratku,
Aku berharap suatu saat barisan surat ini sampai kepada-Nya
Aku selalu percaya,
Harapan tulus tak akan pernah lenyap
Tuban, 18 Juli 2026