Dahaga di Altar Sekunder
Karya: Artika IndrianiSejak belia jemari ini ingin menenun mimpi yang tinggi,
mengejar satu puncak ranum yang paling suci.
Namun di anak tangga yang kesebelas yang kupijak hari ini,
puncak tertinggi itu masih saja angkuh membentengi diri.
Aku memang berkali-kali memeluk podium sekunder,
berdiri di altar bawahnya tanpa pernah luntur berikhtiar.
Namun batin ini tetap saja ngenes meratapi rahasia,
mengapa mahkota utama belum juga Sudi menyapa.
Menjadi sebuah harap yang tak tersampaikan,
sebuah dahaga lama yang berujung pada kelelahan.
Hati yang gela ini mulai belajar menerima kenyataan,
bahwa kehormatan tak meluluh runtuh karena gagal berkuasa.
Lebuawu, 3 juli 2026