Surat yang Tidak Mengenal Arah Pulang
Karya: Hotvia MelinaKutulis harap pada selembar sunyi, lalu mengirimnya ke sistem langit yang tidak pernah memberi balasan. Doa tidak kembali sebagai suara—ia hanya disimpan tanpa pernah menjadi pulang.
Aku dulu mengira Tuhan adalah jawaban, ternyata Ia lebih mirip ruang baca tempat segala yang tak terucap tetap disimpan. Sebelum aku sempat menyebut doa, Engkau sudah membaca retak yang bahkan belum menjadi kata dalam diriku.
Aku pernah menunggu langit jatuh sebagai kabar, tetapi yang kembali hanya pesan gagal kirim yang hidup di dadaku sendiri. Di titik itu aku mengerti: tidak semua harap diciptakan untuk sampai.
Sebagiannya tidak tersesat—ia sengaja tidak diproses, agar manusia berhenti mengira setiap yang dikirim harus pulang.
Sebab kepada manusia aku gagal menjadi rumah, namun kepada-Mu, pecahku tetap tercatat sebagai doa.
Batam, 01 Juli 2026