Menghabiskan malam dengan menghitung Gema yang kembali ke Dada
Karya: Ashril IlhamDi balik jendela yang berembun condong,
aku melepas sauh harap yang paling agung.
Sebuah nama kutitipkan pada angin malam,
berharap ia mengetuk pintumu dengan salam.
Namun gulita ini terlampau angkuh,
menelan setiap larik kata hingga lumpuh.
Tak ada ketakutan balik, tak ada jawaban,
hanya sunyi yang merayap di sela dipan.
Maka di sudut kamar yang kian mendingin,
Aku belajar berteman dengan angin.
Kuhitung satu demi satu gema yang pulang,
memantul dari dinding sepi yang menjulang.
Semua angin itu melesat tanpa peta,
lalu kembali ke dada menjelma sesak dan air mata.
Harapan ini patah, tumbuh, dan gugur sendiri,
di ruang hampa yang kau tinggalkan tanpa premis pagi.
Bandung, 3 juli 2026