Harap dalam Sunyi
Karya: Janeeta Safwa FairuzAda langit yang pernah kupanggil rumah,
tempat segala harap kusimpan dalam diam.
Kutitipkan pada angin yang berembus pelan,
berharap semesta menyampaikannya.
Namun, langit tetap membisu,
dan angin berlalu tanpa membawa jawab.
Harap itu tinggal menjadi gema,
yang hanya mampu kudengar sendiri.
Di setiap langkah, aku belajar,
bahwa tak semua doa menemukan tujuannya.
Ada harap yang memilih menetap di dada,
meski tak pernah sampai kepada siapa pun.
Maka kubiarkan ia hidup sebagai rahasia,
bersama senja yang perlahan memudar.
Sebab harap yang tak tersampaikan
tetaplah harap yang pernah lahir dengan tulus.
Jakarta, 3 Juli 2026