YANG KUTITIPKAN
Karya: ZulfaKuhafal waktu-waktu ketika langit terasa begitu dekat.
Sepertiga malam.
Sujud yang panjang.
Rintik hujan yang turun perlahan.
Di sanalah resahku belajar berserah.
Mimpi itu tumbuh dalam diam.
Terlalu tinggi untuk kusebut mudah,
hingga takut lebih dulu menyapaku.
Namun setiap doa yang kupanjatkan
membuatku enggan menyerah.
Nyaris kulepaskan segalanya.
Saat jalan terasa buntu,
kupilih kembali mengetuk langit.
Dengan iman yang gemetar,
kubawa segala nestapa kepada-Nya,
berharap Dia mendengar pintaku.
Lalu, pada senja yang tampak biasa,
langit mengembalikan doa yang lama kutitipkan.
Untuk pertama kalinya,
langit menjawab diamku.
Air mataku jatuh
bukan lagi karena meminta,
melainkan karena menyaksikan janji-Nya.
Sejak hari itu aku mengerti:
doa tak pernah kehilangan jalannya.
Yang sering luruh hanyalah hati manusia.
Maka, bila harapanmu mulai redup,
tetaplah mengetuk langit
sebab tak pernah ada hamba yang pulang kepada-Nya dengan sia-sia.
Palembang, 03 Juli 2026