Auliya Rezky Ramadhani - Alamat yang Tak Lagi Dihuni (LCP 47)

📅 03 Juli 👁 Memuat...
Alamat yang Tak Lagi Dihuni
Karya: Auliya Rezky Ramadhani


Kau datang bagai ruang terbuka,
Mempersilakan singgah tanpa nama,
Kutatap harap tumbuh raksasa,
Sedang kepastian cuma fatamorgana.

Kau tak pernah menjawab tegas,
Rayuan janji kautebar lepas,
Andai kautolak aku lugas,
Takkan kurawat tunggu yang amblas.

Percakapan jadi jembatan rapuh,
Pertemuan mengubah jarak jadi bara,
Kau hilang sebelum sempat utuh,
Menyisakan tanya tanpa suara.

Kelak raga lain kaudekap,
Saat hatimu siap mengetuk gerbang,
Sedang aku sandaran sekejap,
Saat kautimbang kita yang goyang.

Hingga akhirnya nalar menang,
Dipungutnya puing hati tumbang,
Kukunci rapat jalan pulang,
Hingga namaku perlahan hilang.

Bila rindumu kelak tak tertahan,
Datanglah, hadapi sepi ini,
Reguklah harap tanpa balasan,
Biar sunyi menjawab nanti.

Segala asa tak tersampaikan,
Memilih sunyi sebagai tujuan,
Bukan lelah mencintai kehidupan,
Melainkan sadar, pulang ada batasan.


Makassar, 23 Juni 2026