Dahaga yang Keroncongan
Karya: Rizkyka Rahma Nur Alia
Di dalam sana, dalangnya menjerit hampa.
Langkahnya begitu tanggap, tampak tenang,
menciptakan sosok transparan tak berkalbu.
Itu kesan dari kacamata dunia.
Nyatanya, ia hidup menelan harapan;
menadahi air mata, lalu diteguk sendiri.
Raganya utuh namun jiwanya sumbu—
layaknya api yang terus tertiup angin.
Ia memandang semesta tak sebelah mata.
Impulsifnya, ia berpikir sewaktu-waktu semesta akan memanipulasinya;
tak menginginkan seisi dunia,
merelakannya terus-menerus.
Tak henti-hentinya mengikis hawa nafsu,
dahaga rela dibungkamnya.
Nihil, kini jiwanya terus memberontak.
Justru yang dihempasnya, memunculkan sulih suara perut yang lama tak terisi.
Surabaya, 2 Juli 2026
Rizkyka Rahma Nur Alia - Dahaga yang Keroncongan (LCP 47)
📅 03 Juli
👁 Memuat...