Bela Azizah - Ketika Langit Menyeka Air Mata (LCP 47)

📅 20 Juli 👁 Memuat...

Ketika Langit Menyeka Air Mata

Karya: Bela Azizah


Layar laptop masih menyala walau jam sudah larut
menemani cemas yang diam-diam ikut duduk.
Di antara tugas yang menumpuk dan asa yang kutata
terselip tanya tentang jalan yang seharusnya kupijak.
​Ada malam ketika bahu ini terlalu lelah menopang
takut jadi kecewa bagi Ibu yang di rumah selalu berserah.
Maka kubentangkan sajadah, satu-satunya tempat paling jujur
tempat kutitipkan resah dan lelah yang tak sanggup kuucap.
​Ternyata langit tak pernah benar-benar diam mendengar
perjuangan yang sunyi itu pelan-pelan menjelma jawaban.
Ia datang bukan sebagai angka atau selembar penghargaan
melainkan ketenangan yang menggantikan segala kekhawatiran.
​Dan ketika jawaban itu akhirnya tiba di waktu yang tepat
air mata yang dulu jatuh karena lelah
kini luruh menjadi syukur yang memeluk erat.


Lampung, 20 Juli 2026