Menjemput Lain Kisah
Karya: Bintang Priaji BudionoKulantangkan doa, untuk jaya mu kelak
Tak ada kesenangan yang sia-sia dari
sisa-sisa kebaikanmu yang pernah ada
Wahai hujan deras,
Yang dari sebelahnya, dedaunan mengibas,
Sama seperti mereka yang menabur ikhlas dan menantinya
Doa itu selalu terpendam oleh diri mereka, yang hancur dan yang bersyukur.
Tatkala esok impian kita sirna !
Aku selalu menantikan rupa kebahagiaanmu
Tak sedikitpun hari menyangka rasa peduli terkubur mati.
Betapa tinggalnya menunggu wadah kremasi.
Kita adalah pejuang tiap mimpi kita sendiri
Sama seperti mereka yang menabur ikhlas, menantinya...
Terpendam diri mereka, yang hancur dan yang bersyukur.
Tatkala kesenangan kita sirna
Harapku padamu tetap kekal abadi
bagai tumbuhnya melati-melati di Peron ini,
Sama-sama ikhlas mengabai-lalaikan dosa.
Atas kesalahan yang telah mengusai.
Tanganmu melambai.
Telah kau nasihatkan kesungguhan maaf
Yang tak pernah siapapun ketahui.
Siwalanpanji-Sidoarjo, Buduran 2 November, 2026