Harap yang Tak Tersampaikan
Karya: Bram Ronaldo WorumiDi ujung senja kutitipkan harap,
pada angin yang tak pernah menetap.
Kupikir ia akan menemukanmu,
ternyata hanya kembali membawa sunyi.
Kata-kata tumbuh menjadi sesak,
terkurung di dada yang lelah menunggu.
Aku ingin menyapa dengan jujur,
namun takut lebih dulu mematahkan langkah.
Malam mengajarkanku memeluk sepi,
sementara rindu terus mengetuk hati.
Doa-doa kupanjatkan tanpa suara,
berharap semesta menjadi perantara.
Kini kusadari, tak semua harap
ditakdirkan singgah pada tujuan.
Ada yang hidup sebagai kenangan,
lalu perlahan menghilang bersama waktu.
Jika suatu hari namaku kau ingat,
ingatlah, pernah ada hati yang mencintaimu diam-diam,
menyimpan harap hingga akhirnya
tak pernah benar-benar tersampaikan.
Pekanbaru, 03 Juli 2026