Jawaban yang Datang Tanpa Suara
Karya: M. Sirotju MunirKutanam doa di ladang sunyi,
ketika dunia lebih percaya
pada gemuruh daripada harapan.
Kubiarkan ia bertumbuh,
disiram air mata
yang tak pernah meminta tepuk tangan.
Musim demi musim
menguji akar keyakinan,
menggugurkan keraguan
yang sempat bersarang di dada.
Lalu, pada fajar
yang tak pernah kujadwalkan,
langit membuka pintunya
tanpa suara.
Bukan emas yang jatuh ke pangkuan,
melainkan keberanian
untuk memeluk setiap takdir.
Di sanalah kusaksikan keajaiban:
luka menjelma cahaya,
kehilangan menjadi pelajaran,
penantian bermuara pada syukur.
Akhirnya, kusadari,
doa yang terjawab
bukan sekadar hadiah dari langit,
melainkan kelahiran kembali
jiwa yang telah belajar percaya.
Nganjuk, 03 Juli 2026