Restu Yang Ditolak
Karya: Tina RamadhaniKau melempar bekal itu jauh dan pergi,
aku memungutnya dan memberinya pelukan.
Meyakinkan batinku sendiri, bahwa kau hanya tak ingin diganggu. Aku memang sedang merajut namamu dalam sebuah sajadah.
Dengan telapak tangan yang menengadah agar sang pencipta akan luluh dan mau memberikan restu.
Tetapi, apa sebenarnya yang tengah akalmu inginkan?
Kau tak pernah melirik, atau memberikan pujian atas usahaku yang ingin meraih tanganmu.
Mengapa dingin itu selalu saja menjadi benteng di antara kita?
Aku hanya ingin kau menggapai tanganku, mengecupnya agar dia merasa bahagia sepenuhnya.
Sabtu, 3 Juli 2026