Bunga Nurkholizah - Di Antara Diam (LCP 47)

📅 11 Juli 👁 Memuat...

Di Antara Diam

Karya: Bunga Nurkholizah



Aku pernah menitipkan doa
pada sepasang tangan yang gemetar,
dan pada kata-kata yang membisu,
yang tak sempat menemukan suara.

Hanya damai yang turun perlahan
ke ruang paling sunyi di dada,
lalu satu demi satu keajaiban merekah,
bagai bunga liar di sela batu yang keras.

Namun langit tak selamanya berwarna merah;
ia pun larut dalam pekatnya malam.
Aku menjaga sunyi yang tak bertepi,
menanti jawaban yang masih disembunyikan

Mungkin beginilah semesta berbicara:
bukan lewat gemuruh, melainkan angin,
yang diam-diam menuntun langkahku
menuju keberanian yang lama tertidur.

Tanpa banyak suara,
cahaya datang setitik demi setitik,
meniup bara yang nyaris menjadi abu,
hingga kembali belajar menyala.

Tak semua fajar merekah seketika,
sebagian cahaya memilih lahir perlahan.
Di sela jeda yang dipahat waktu,
luka diam-diam belajar menjadi sembuh.

Maka kutanam namaku di tanah kesabaran,
kusirami dengan air mata yang ikhlas,
agar kelak tumbuh menjadi cahaya,
bukan sekadar harapan yang mudah pudar.

Terima kasih, Tuhan.
Kini aku tak lagi mengejar jawaban,
sebab diantara diam dan penantian
cahaya ternyata tumbuh dari kesabaran


09 juli 2026