Asa Anantara
Karya: Damar NidaDalam gelap sunyi,
Rintihan laraku berbisik pada desau angin malam yang dingin.
Bukan bentala yang durjana,
Melainkan suara yang menggebu untuk memanggil "Ayah"
Namun selalu tercekik di ujung sunyi.
Sepi datang, aku pun gundah,
Berusaha mencari sayapku yang musnah.
Kuberi asa pada brahmanda, berharap ada jawaban darinya.
Namun ternyata, semua kembali menjadi abu dan wiphala.
Kini yang tersisa hanya rindu;
Sebuah rindu yatim,
Pada jemari yang tak pernah menjadi ashru nivarana pada atmaja-nya.
Jika ada kehidupan kedua,
Akan kutulis kalpana terindah, sebelum kheda menjelma saundrya.
Akan ada perahu beserta nakhodanya,
Ada kompas dan layar yang tak lagi patah.
Semoga simfoni takdir itu terketuk,
Memecah sunyi di detak jantung yang menanti.
Jogja, 26 Juni 2026