Harap yang Kutitipkan pada Waktu
Karya: Dena SafitriAku pernah merajut harapan untuk menjejak di universitas impian,
Malam-malam ku habiskan untuk belajar,
Menggenggam cita, mempertahankan nilai bagai harta yang tak ternilai.
Namun, dalam perjalanan ini, rasa pahit menghampiri,
Ketika restu kedua orang tua tak kunjung hadir.
Semua jerih payahku terasa bagai embun pagi,
Hilang ditelan mentari, tak berbekas di hati.
Untuk apa semua ini ku tempuh dengan sepenuh jiwa?
Jika harapan yang ku idamkan tak mungkin tergapai.
Dalam gelapnya malam sunyi, hati ini bertanya,
Apakah memang aku tidak layak mendapatkan semua itu?
Lalu aku terdiam, bukan karena menyerah.
Tapi karena aku tersadar,
Mungkin usahaku yang masih kurang,
Dan mungkin juga bukan di sini jalannya.
Namun, dibalik setiap luka ada pelajaran berharga,
Setiap tetes air mata adalah benih harapan yang akan tumbuh.
Mungkin jalan ini tak seindah yang ku impikan,
Tapi ku percaya setiap langkah pasti membawa arti baru.
Purwakarta, 8 Juli 2026