CAHAYA UNTUK BUNGA KUNING
Karya: Lidya Agustia PermataJika ada kesempatan,
Aku ingin menjadi matahari.
Sebab cahaya selalu ada,
Tanpa pernah disadari.
Setiap pagi,
Cahayaku menyapa kelopakmu.
Membiarkan hangatku menyelimutimu,
sebelum rintik hujan mengguyurimu.
Di taman yang beragam warna bunga itu,
Warna kuningmu yang melekat di mataku.
Kuningmu yang paling kutunggu
Untuk mekar dan tumbuh.
Tak pernah kusampaikan,
Bahwa setiap sinar yang kau terima
adalah kumpulan doa-doa yang kujadikan
Cahaya untukmu.
Kau tak pernah menoleh ke langitku,
Sampai Seseorang mengambilmu
dari taman itu.
Tangannya seolah ingin menjadi rumah untukmu.
Langit tetap terang,
namun,
tidak ada yang tahu bahwa matahari pun
Bisa kehilangan arah.
Aku masih menjadi matahari,
mencintaimu sampai cahayaku habis,
Tanpa pernah sempat menjadi kata.
Mekarlah,
Meski bukan lagi di bawah langitku.
Wahai bunga kuningku...
Palembang, 8 juli 2026