Bait yang tak sampai
Karya: Ajeng Restiana SariLangit malam jadi saksi bisu
atas bait-bait yang tiap malam kupanjatkan.
Harapku, bait itu sampai pada Tuhan.
Tapi nyatanya tak kunjung ada jawaban.
Aku hanya ingin tenang dari bisingnya malam,
dari riuhnya jalan
dan dari gemuruhnya manusia.
Memang hidup tidak pernah adil,
bukan tanpa sebab
hanya saja memang sudah takdir.
Inginku seperti dirampas,
karena baru sempat kuraih,
belum sempat kunikmati,
sudah hilang tanpa aba-aba.
Jadi, wajar bukan
jika aku bilang hidup itu kejam
pada mereka yang berlari,
tapi dipaksa mengulang dari awal?
Bukan, bukan aku membenci-Mu
karena harapku tak tersampaikan.
Hanya saja aku lelah menjadi manusia
yang terus belajar menerima,
meski berkali-kali kehilangan arah.
Banten, 11 Frbeuari 2026