Karya Sastra yang Tak Kau Baca
Karya: Diza Qurrota A'yunAku menyelipkan namamu pada bait-bait sastra yang kutulis,
berharap kau akan membacanya sembari tersenyum manis.
Setiap frasa bukanlah untaian kata semata,
melainkan makna di balik rasa yang selalu kurajut dalam larik doa.
Karya sastraku masih tertutup.
Sedang aku di sini menanti dalam benang-benang sabar,
menunggu jemarimu membuka setiap halaman dengan mata berbinar.
Namun, angin malam hadir dan berbisik pelan,
bahwa kau telah membaca halaman milik orang lain
dengan penuh kebahagiaan.
Angan yang dulu kutitipkan pada pena
seketika gugur bersama air mata dan rasa kecewa.
Tapi kini kubelajar, bahwa terkadang ada rasa yang hanya cukup dirayakan dalam diam.
Bukan karena tak layak, melainkan agar kita tahu arti mengikhlaskan dan merelakan
Kini kubiarkan namamu gugur dalam bait sastraku,
bersama harapan yang tak pernah tersampaikan.
Tasikmalaya, 20 Juli 2026