Bintang yang tak sempat bersinar
Karya: Faaiz Nur ramadhanDi langit malam yang terlampau kelam,
Aku menyimpan sebuah nama dalam diam.
Ada sejumput harap yang dulu berkilau,
Kini meredup, tergulung sunyi yang kian risau.
Ia adalah mimpi yang lahir terlalu dini,
Atau takdir yang enggan untuk menyetujui.
Ingin kupancarkan terang yang paling benderang,
Namun waktu lebih dulu memaksa untuk pulang.
Aku terperangkap dalam kepompong angan,
Menyaksikan cahaya lain menembus awan.
Sementara di sini, di sudut dada yang sepi,
Harapan itu membeku, menjadi rahasia abadi.
Menjadi bintang yang tak sempat bersinar,
Redup jauh sebelum sempat berpijar.
Hanya mampu memandang dari kejauhan,
Merayakan sepi dalam sebuah ketaktersampaian.
Bandung,15 juli 2026