Miniatur Takdir
Karya: Intan Kinkin Yogita RamadhaniAku tertegun menghadap cermin hari,
Langkah kaki yang kupijak saat ini,
rupanya adalah muara dari sebuah rahasia tua.
Di sudut ruang asing namun terasa akrab,
yang menjadi jawaban dari tanya yang sempat lenyap.
Ingatanku barangkali telah cacat dan melupa,
terseret derasnya hari-hari yang sibuk dan bisingnya dunia.
Namun langit tak pernah alpa mencatat sepi,
menyimpan rahasia dari bisikan hati.
Kini, udara yang kuhirup dan detak yang berdegup
adalah wujud utuh dari permohonan yang sempat hilang.
Sebuah miniatur takdir yang terbentang anggun,
Aku sedang merayakan hari ini,
sebagai jawaban atas doa yang pernah kuanggap karam.
Trenggalek 16 Juli 2026