Surat yang Tak Pernah Dikirim
Karya: Handini Rahma AiniAku menulis namamu di setiap ujung doa,
di sela sujud yang panjang dan malam yang bisu.
Ada seribu kata yang ingin kutanam di dadamu,
tapi lidahku beku setiap kali kau bertanya "apa kabar?"
Aku berharap kau tahu,
bahwa tawamu adalah rumah yang tak pernah kupintu.
Bahwa setiap hujan mengingatkanku pada caramu pergi,
membawa semua harap yang tak sempat kusampaikan.
Kini kusimpan saja di lipatan surat tanpa alamat,
karena beberapa harap memang ditakdirkan
untuk tinggal, bukan untuk dimiliki.
Malang 20 Juli 2026