Doa Yang Kupelihara
Karya: Hono SungkonoKutitipkan sebutir doa pada sunyi
bukan agar langit segera menjawab
melainkan agar hatiku belajar untuk setia
menunggu waktu yang belum bernama.
Hari-hari mengalir bagai sungai yang menyimpan rahasia
harapanku sempat gugur seperti daun yang kering
namun akar keyakinan diam tetap memeluk bumi
menolak tercerabut oleh ragu.
Lalu pagi mengetuk dengan cahaya yang hangat
bukanlah dentang kemenangan yang datang
melainkan damai yang perlahan berumah di dada
saat itulah kusadari,
jawaban Tuhan tidak selalu tiba secepat harapan
tetapi selalu hadir setepat kebutuhan.
Kini kutengadah dengan syukur yang bertunas
sebab doa yang kupelihara dalam diam
telah menjelma jalan pulang
bagi jiwa yang tak pernah berhenti percaya.
Talang Baru, 07 Juli 2026