Pucuk Waktu
Karya: Ima Wiranti
Kabut pekat merayap, menelan sisa malam
Gigil merambat hingga ke sumsum tulang
Tubuh meluruh, memeluk lutut di atas tanah yang retak
Seperti ranting yang menolak basah embun
Daun-daunku menyapu debu, nyaris lepas dari genggaman bumi
Lalu, seberkas jingga mengoyak kelabu
Cahayanya meresap di celah pori-poriku
Nadi yang beku berdesir, denyutnya kembali memukul dada
Dari balik kulit kayu yang mengelupas,
Satu titik hijau perlahan mengintip, mendesak keluar
Mencari arah cahaya
Kemarin, aku meninju udara gelap
Meneriaki rasi bintang yang kutuduh tuli
Menuntut fajar mekar sebelum waktunya
Aku luput melihat, di dalam gulita rahim tanah
Ada yang diam-diam menganyam serabut akarku,
Merajut doa demi doa, tumbuh dalam diam
Kini, napasku terembus panjang
Pucuk hijau itu membelah kulit dahan
Tanah kerontang di bawahku perlahan basah,
Dan akarku kembali mencengkeram bumi, tak lagi goyah
Palembang, 20 Juli 2026
Ima Wiranti - Pucuk Waktu (LCP 47)
📅 21 Juli
👁 Memuat...