Jalinan Benang yang Purna
Karya: Nurrudin fahrurozzi
Aku adalah singularitas hitam yang menghening,
Meraba untaian jalinan ananta tanpa merenggut eksistensi.
Hanya menyentuh vibrasi, mengecap rasa yang memuing,
Menjadi saksi bagi partikel jiwa yang terdistorsi.
Pada altar malam tempat sunyi merajai,
Kuartikulasikan sublimasi asa yang paling purba.
Hati memeluk niscaya, jemari mulai menjembatani,
Meminta labirin takdir ini menemukan muara.
Tuhan tidak menurunkan aksara di atas awan,
Ia hanya memantik kesadaran dalam senyap yang absolut.
Menghubungkan satu ordinat ke ordinat kehidupan,
Mengurai simpul-simpul kausalitas yang kusut.
Kini kutatap bentang kosmologi yang maha luas,
Di mana reruntuhan skeptis pernah membakar dada.
Bahwa determinasi doa tidak menguap menjadi ampas,
Ia adalah penenun benang yang kini bertaut nyata.
Sebab setiap resonansi rasa kini telah berkoherensi,
Simbiosis ruang dan waktu telah menemukan sepi yang damai.
Di dalam inti diri, riuh kepanikan telah bertransmutasi,
Menjadi sebentuk manifestasi agung dari doa yang selesai.
Yogyakarta, 20 Juli 2026
Nurrudin fahrurozzi - Jalinan Benang yang Purna (LCP 47)
📅 21 Juli
👁 Memuat...