Barangkali, Langit Pun Pernah Lelah Menyimpan Doa
Karya: INAYAHAda harap
yang tak pernah mengenal fajar.
Ia lahir sebagai embun
di ujung daun yang gemetar,
lalu menguap
sebelum sempat dipeluk matahari.
Aku menyaksikan waktu
menjahit musim demi musim
dengan benang bernama penantian.
Namun setiap simpul yang selesai dirajut
selalu berubah
menjadi pertanyaan yang kehilangan suara.
Doa-doa berbaris
di ambang langit,
membawa sayap yang belum sempat tumbuh.
Sebagiannya jatuh
bukan karena terlalu berat,
melainkan karena takdir
terlalu sunyi untuk memanggil namanya.
Barangkali,
semesta memang menyimpan
beberapa harapan
sebagai bunga yang ditakdirkan kuncup selamanya;
bukan karena ia tak pantas mekar,
melainkan agar dunia mengerti
bahwa tidak semua keindahan
harus menjadi milik kenyataan.
Betapa pilunya menjadi harap
yang terus bernapas,
tetapi tak pernah menemukan musim
untuk hidup sepenuhnya.
Seperti sungai
yang setia mengalir menuju laut,
namun lenyap
sebelum sempat mencium ombak.
Lalu aku mengerti,
yang paling menyayat
bukanlah kehilangan,
melainkan tetap memelihara keyakinan
di dalam dada
yang diam-diam telah dipenuhi reruntuhan.
14 Juni 2026