Damai yang Hanya Angan
Karya: Indah. Indah Kurnia Kale DaraHari selalu dipenuhi warna
Sebentar teduh bagai jingga fajar pagi
Lalu wajah memanas merah bak terik tengah hari
Rupamu menggodaku dari jauh, jiwamu menyiksa saat dekat
Aku hanyut terpesona rona soremu
Namun saat malam tiba, tiada tenang yang menyapa
Hanya riuh ringkuhku dalam gelap
Perih mencekam mencekik akal sehat dan batin
Damai sekejap diobrak-abrik badai
Logika dan hati kian berganti
Sudah berpuluh tahun, nyatanya masih sama.
Derai sesak kulalui dalam senyap
Menerima sabetan teriak dari dua seberang
Aku, ingin pecah seperti gelas di lantai
Aku rindu melihat warna
Angan penuh warna yang mencerahkan hari-hariku, bukan selalu mendung hingga pekatnya gelap
Rasanya seperti masih memeluk raga kecilku
Menangis, merintih, memeluk harap.
Harap penuh mesra dan tawa, bukan amarah bekas terbakar ego
Harap akan doa dan hormat, tentang kejujuran dan ampunan
Sabu, 14 Juli 2026