Lima Ribu Terakhir
Karya: Kurnia warahmah
Lima Ribu Terakhir
Perpisahan memaksaku memahami makna sunyi.
Punggung itu karam dalam buntalan kain,
menjanjikan "sebentar lagi pulang",
bersama selembar lima ribu terakhir,
entah itu wujud dekapan terakhir atau bayaran selamat tinggal.
Belajar hidup tanpa sosok pahlawan,
berjuang dalam sepi tanpa kehadiran.
Namaku tercoreng oleh keterasingan.
Mimpi buruk menghantam, kau pergi kepada Sang Tuhan
tanpa mengucapkan deklarasi resmi perpisahan.
Kukira senja lambat laun akan bertemu,
nyatanya hanya semu.
Tenggelam bersama lautan waktu,
dan takdir Tuhan yang sudah digariskan sejak dulu.
Aceh, 20 juli 2026
Kurnia warahmah - Lima Ribu Terakhir (LCP 47)
📅 21 Juli
👁 Memuat...